Women's Rational Choice in Single Decision as a Strategy to Avoid Patriarchal Risks in West Bagik Polak Village
DOI:
https://doi.org/10.66919/sakaai.v3i01.88Keywords:
Pilihan Rasional, Perempuan lajang, Keputusan Melajang, Resiko patriarkiAbstract
Artikel ini menganalisis fenomena perempuan dewasa yang memilih untuk tidak menikah (melajang) di Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena terjadi di tengah masyarakat Sasak yang kental dengan tradisi pernikahan adat merarik dan sistem kekerabatan patrilineal. Menggunakan pendekatan sosiologi keluarga dengan teori pilihan rasional James Coleman sebagai pisau analisis, penelitian ini berupaya menelaah bagaimana perempuan Bagik Polak Barat mengkalkulasikan biaya dan manfaat dari institusi pernikahan patriarkis sebelum mengambil keputusan untuk melajang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam terhadap lima perempuan lajang berusia 30 tahun ke atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan melajang bukanlah semata-mata akibat ketidakberuntungan sosial, melainkan merupakan tindakan rasional dan strategis yang dilakukan perempuan sebagai respons terhadap struktur patriarki yang membebani. Risiko-risiko utama yang diperhitungkan meliputi beban finansial aji krame, kekerasan dalam rumah tangga, poligami, perceraian sepihak, serta hilangnya otonomi ekonomi dan sosial pasca merarik. Temuan ini menantang asumsi normatif bahwa keluarga inti adalah satu-satunya jalan bagi perempuan untuk mencapai kesejahteraan dan status sosial dalam masyarakat Sasak.
References
Becker, G. S. (1981). A Treatise on the Family. Harvard University Press.
Blackwood, E. (2005). Wedding dress and the construction of Minangkabau femininity.
Gender & Society, 19(5), 637–655. https://doi.org/10.1177/0891243205278547 Boudon, R. (2003). Beyond rational choice theory. Annual Review of Sociology, 29(1), 1–21.
https://doi.org/10.1146/annurev.soc.29.010202.100213
Coleman, J. S. (1990). Foundations of Social Theory. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
DeLaat, J. (2007). Gender in the Workplace: A Case Study Approach. SAGE Publications. Fakih, M. (1996). Analisa Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.
Giddens, A. (1984). The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration.
University of California Press.
Hayati, E. N., Emmelin, M., & Eriksson, M. (2021). Intimate partner violence and women's decision-making in Indonesia: An intersectional analysis. Asian Journal of Women's Studies, 27(2), 189–211. https://doi.org/10.1080/12259276.2021.1912345
Ihromi, T. O. (Ed.). (1999). Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Yayasan Obor Indonesia. Jamaludin, A. N. (2016). Sosiologi Pembangunan. CV Pustaka Setia.
Mohanty, C. T. (2003). Feminism Without Borders: Decolonizing Theory, Practicing Solidarity. Duke University Press.
Nurmawati, S. (2020). Pergeseran nilai pernikahan dalam masyarakat Sasak Lombok: Kajian sosiologis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 301–315. https://doi.org/10.23887/jish.v9i2.28975
Parsons, T. (1951). The Social System. Free Press.
Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, Socialization and Interaction Process. Free Press. Saptari, R., & Holzner, B. (1997). Perempuan Kerja dan Perubahan Sosial: Sebuah Pengantar
Studi Perempuan. Pustaka Utama Grafiti.
Stacey, J. (1990). Brave New Families: Stories of Domestic Upheaval in Late Twentieth Century America. Basic Books.
Sulistyowati, I. (2021). Kekerasan dalam rumah tangga dan strategi perempuan Lombok: Perspektif gender. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 20(1), 67–84.
Walby, S. (1990). Theorizing Patriarchy. Blackwell.





