Functionalism of Islamic Boarding Schools in Building Social Cohesion (Study at Nurul Hakim Islamic Boarding School, West Lombok)
DOI:
https://doi.org/10.66919/sakaai.v3i01.87Keywords:
Pesantren, Fungsionalisme, Integrasi Sosial, Kohesi SosialAbstract
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga memiliki peran penting sebagai lembaga sosial dalam kehidupan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan fungsi pesantren dalam membangun solidaritas sosial masyarakat melalui perspektif teori fungsionalisme. Dalam teori ini, pesantren dipandang sebagai salah satu institusi sosial yang berperan dalam menjaga stabilitas, keteraturan, dan integrasi sosial melalui pendidikan, pembinaan moral, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial melalui penanaman nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif. Selain berfungsi sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan, pesantren juga berperan sebagai sarana penguatan hubungan sosial antara santri dan masyarakat. Berbagai kegiatan seperti pengajian, dakwah, bakti sosial, dan kerja sama kemasyarakatan mampu menciptakan hubungan yang harmonis serta memperkuat kohesi sosial. Di tengah tantangan modernisasi dan meningkatnya individualisme, pesantren tetap menjadi institusi yang berperan penting dalam menjaga integrasi dan keharmonisan masyarakat. Dengan demikian, pesantren memiliki kontribusi yang signifikan dalam membangun dan memperkuat solidaritas sosial melalui fungsi pendidikan, keagamaan, dan sosial yang dijalankannya.
References
Afifuddin. “Pluralisme dalam Perspektif Pesantren di Sulawesi Selata dan Peranannya dalam Mencegah Radikalisme Agama” Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 2013.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.
Dakir, D., & Umiarso, U. (2017). Pesantren dan perubahan sosial: Optimalisasi modal sosial bagi kemajuan masyarakat. Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 14(1),
Dawam Rahardjo, “Mozaik Pesantren,” dalam Jurnal Modernisasi Manajemen Pendidikan Pesantren, Edisi 02/Tahun I/Nopember 2005
Hardiyatullah. (2025). Transformasi peran pengasuh pesantren dalam pendidikan karakter di tengah dinamika sosial kontemporer. Journal of Education and Teaching (JET), 1(1), Januari–Juni 2025. STIS Darussalam Bermi.
Harisah, A. N. (2020). Pesantren Sebagai Lembaga Dakwah Perubahan Sosial Budaya. Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan, 12(1), 1–201.
Reza, I. A., & Maftuh. (2026). Teori Fungsionalisme Struktural (Peran Lembaga Pendidikan Islam Dalam Menjaga Stabilitas Sosial Dan Moral Masyarakat). Psikosospen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 820.
Rihlah Nur Aulia, Isnaini, D. E. N., & Khumairoh, U. (2017). Pengelolaan lingkungan berbasis pesantren (Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok NTB). Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Rosidah, A., Pujianto, & Pranoto, U. W. (2025). Pesantren sebagai agen transformasi sosial: Dialektika otoritas dan partisipasi dalam pendidikan Islam. Prosiding AnSoPS (Annual Symposium on Pesantren Studies), 4, 170–179. Pusat Ma'had Al-Jami'ah Darul Hikmah IAIN Kediri
Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial (Yogjakarta: LKiS, 1994), h. 342.
Usman, M. I. (2013). Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam (Sejarah lahir, sistem pendidikan, dan perkembangannya masa kini). Al-Hikmah, 14(1),





